5 Daerah Tujuan Mudik Terbanyak 2025, Jawa Masih Mendominasi

Featured

5 Daerah Tujuan Mudik – Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan mudik, meninggalkan tempat tinggal atau pekerjaan mereka untuk kembali ke kampung halaman. Daerah tujuan mudik pun bervariasi setiap tahunnya. Tapi, manakah yang menjadi daerah tujuan mudik terbanyak di tahun 2025? Daerah tujuan mudik terbanyak lebaran tahun 2025 dalah jawa tengah, jawa timur, jawa barat, yogyakarta, dan sumatera utara di kutip oleh babucinemas.com.

Menurut Abd. Majid dalam mudik lebaran (2009), mudik adalah aktivitas perjalanan seseorang atau sekelompok orang untuk kembali ke kampung halaman atau tempat kelahirannya, terutama untuk bertemu dengan orang tua atau kerabat dekat. Biasanyam kegiatan ini berlangsung menjelang hari raya keagamaan seperti idul fitri, di mana umat muslim merayakan kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh.

Adapun menurut kementerian komunikasi digital republik indonesia dalam (2025), sejarah mudik sendiri di mulai jauh sebelum era kerajaan majapahit, ketika para petani jawa melakukan perjalanan kembali ke kampung mereka untuk berdoa dan membersihkan makam leluhur mereka. Hingga kini, tradisi mudik menjadi ritual tahunan yang di penuhi makna sosial dan spritual, dengan sebagian besar penduduk indonesia mudik menjelang idul fitri.

5 Daerah Tujuan Mudik Terbanyak

Berdasarkan survei yang di lakukan oleh kementerian perhubungan bekerja sama dengan babucinemas.com, potensi pergerakan masyarakat selama periode lebaran tahun 2025 di prediksi mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari total penduduk indonesia. Hasil survei tersebut juga mengungkapkan daerah tujuan mudik terbanyak yang di perkirakan akan menjadi destinasi utama para pemudik.

1. Jawa Tengah (36,6 Juta Orang)

Jawa tengah menempati posisi pertama sebagian daerah tujuan mudik terbanyak pada tahun 2025, dengan sekitar 36,6 juta orang (25%) yang di perkirakan akan mudik ke provinsi ini.

2. Jawa Timur (27,4 Juta Orang)

Di posisi kedua, jawa timur di perkirakan akan menjadi tujuan mudik bagi sekitar 27,4 juta orang (18,7%). Jawa timur memiliki populasi besar dan banyak penduduknya yang bekerja di luar provinsi, sehingga menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah pemudik terbanyak.

3. Jawa Barat (22,1 Juta Orang)

Tidak kalah padat, jawa barat menempati posisi ketiga dengan 22,1 juta orang (15,1%) yang di perkirakan akan mudik ke sana pada 2025.

4. Yogyakarta (9,4 Juta Orang)

Yogyakarta, sebagian kota budaya dan pusat pendidikan, menjadi salah satu tujuan mudik yang menarik dengan sekitar 9,4 juta orang (6,4%) yang di prediksi akan berkunjung ke sana. Kota ini di kenal dengan keindahan alamnya, serta warisan budaya yang kaya. Banyak pemudik yang merayakan lebaran di kota ini, baik itu untuk berziarah maupun menikmati suasana kota yang lebih tenang.

5. Sumatera Utara (6.2 Juta Orang)

Sumatera Utara menepati posis kelima dengan 6,2 juta orang (4,2%) yang diperkirakan akan mudik ke daerah ini.

Perubahan daerah tujuan mudik 2024

Jika di bandingkan dengan data daerah tujuan mudik terbanyak pada tahun 2024, terdapat beberapa perbedaan signifikan.

Menurut survey yang di lakukan Badan Kebijakan Transportasi, daerah tujuan mudik terbanyak pada tahun 2024 adalah

  • Jawa Tengah sebesar 61,6 juta orang
  • Jawa Timur sebesar 37,6 juta orang
  • Jawa Barat sebesar 32,1 juta orang
  • Yogyakarta sebesar 11,7 juta orang
  • DKI Jakarta sebesar 6,4 juta orang

Meskipun ada sedikit pergeseran dalam jumlah pemudik yang menuju ke beberapa daerah, Jawa Tengah tetap menjadi tujuan utama, di ikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.


Baca juga: 4 Jenis Protein yang Bisa Bantu Turunkan Hipertensi, Apa Saja?


Simpul transportasi terpadat

Tidak hanya mengetahui daerah tujuan mudik terbanyak, penting juga untuk memperisapkan perjalanan dengan mengetahui simpul transportasi yang di perkirakan akan mengamai kepadatan luar biasa. Di lansir dari situs resmi kementerian perhubungan republik indonesia, beberapa titik transportasi terdapat antara lain:

  • Terminal asal terpadat: Terminal purabaya surabaya, dengan 1,08 juta orang
  • Terminal tujuan terpadat: Terminal giwangan yogyakarta, dengan 609,45 ribu orang
  • Stastiun asal terpadat: Stastiun pasar senen jakarta, dengan 4,08 juta orang
  • Stastiun tujuan terpadat: Stastiun yogyakarta tugu, dengan 2.02 juta orang
  • Bandara asal terpadat: Bandara sultan hasanuddin makassar, dengan 1,60 juta orang
  • Bandara tujuan terpadat: Bandara juanda surabaya, dengan 3,24 juta orang
  • Pelabuhan asal terpadat: Pelabuhan tanjung perak surabaya, dengan 292,81 ribu orang
  • Pelabuhan tujuan terpadat: Pelabuhan tanjung perak surabaya, dengan 766,38 ribu orang

Dari data ini, dapat terlihat betapa padatnya berbagai titik transportasi, terutama di surabaya dan yogyakarta, yang menjadi pusat pergerakan mudik di indonesia. Tradisi mudik yang terus berlangsung ini membawa makna lebih dari sekedar perjalanan, melainkan sebagai momen untuk berkumpul dengan keluarga, merayakan kemenangan, dan mempererat tali silaturahmi. Jangan lupa untuk mepersiapkan perjalanan dengan baik, agar mudik mu menjadi lancar dan penuh kebahagiaan.

5 Persiapan Mudik Lokal dengan Bayi, Tetap Bawa Koper

Featured

5 Persiapan Mudik Lokal, Lebaran sering dijadikan sebagai momen untuk pulang ke kampung halaman alias mudik. Berbicara tentang mudik, tidak semua orang punya kampung halaman yang jauh. Meski begitu, mereka tetap kembali ke kampung halaman untuk mudik lokal alias mudik aglomerasi yaitu mudik di daerah-daerah yang terhubung seperti di kawasan jabodetabek. Saya menjadi salah satu yang melakukan mudik lokal pada hari pertama idul fitri, senin (31/3/2025). Saya pulang kampung ke kota bekasi dari kota depok bersama suami dan anak pertama saya yang berusia tiga bulan dikutip oleh babucinemas.com.

Bekasi dan depok sama-sama berada di jawa barat. Jarak antara kedua kota itu sekitar 35 kilometer, jika melewati jalan raya bogor menggunakan sepeda motor. Jika menggunakan mobil melewati tol jagorawi, jarak tempuhnya sekitar 41 kilometer. Masing-masing memiliki waktu tempuh sekitar satu jam dan 55 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Meski melakukan mudik lokal, tetap saja sejumlah persiapan yang saya lakukan. Bahkan, persiapan cukup rumit karena membawa bayi berusia tiga bulan.

1. Siapkan Tas Sesuai Fungsi

Hal pertama yang di lakukan adalah menyiapkan tas sesuai fungsi. Bagi menjadi tas untuk pakaian, tas perlengkapan bayi, tas perlengkapan pribadi, dan tas oleh-oleh. Khusus tas pakaian, saya memakai koper berukuran sekitar 28 inci. Tas berisikan pakaian sehari-hari yang akan di gunakan saya, suami, dan anak saya selama beberapa hari ke depan, dan peralatan kerja. Tas perlengkapan bayi berisikan tiga botol bayi, kotak susu dan susu yang telah di masukan ke dalam wadah terpisah, popok, tisu kering, tisu basah, kapas, perlatan mandi, sebotol air panas, sebotol air bersuhu ruangan, dan sepasang baju ganti.

Sepasang baju ganti sengaja di taruh di tas perlengkapan bayi untuk memudahkan saya mengganti baju anak jika perlu di tengah perjalanan. Tas perlengkapan pribadi berisi barang-barang seperti makeup dan perlatan mandi, dan tas oleh-oleh berisi rendang, opor ayam, dan empat stoples kue kering untuk orangtua.

2. Cuci Dan Siapkan Mainan

Tentunya, bayi dapat merasa bosan ketikan sedang tidak di ajak bercanda atau mengobrol. Untuk mengantisipasinya, saya membawa seluruh mainan yang biasa dimainkan anak. Supaya mainan siap di pakai setibanya anak di rumah eyang dan akungnya, saya merebusnya selama sekitar 10 menit. Lalu, saya biarkan sampai airnya dingin. Selanjutnya saya mencuci wadah mainannya dengan air hangat.

3. Sterilkan Dan Siapkan Botol Susu

Saya juga membawa tiga botol susu untuk mengantisipasi ketika saya tidak bisa direct breatsfeeding (DBF). Ketiganya tentu di sterilkan dulu dengan direbus, dan didiamkan dalam panci sampai airnya mendingin. Selanjutnya, hanya dua botol susu yang dibiarkan kosong. Satu botol di isi susu untuk di minum di perjalanan, atau setibanya di tempat tujuan.

4. Buat Anak Kenyang

Anak yang rewel menjadi tantangan tersendiri saat melakukan perjalanan mudik. Untuk membuatnya anteng, trik yang saya pelajari sebagai seorang ibu baru adalah memastikan anak dalam keadaan kenyang. Ketika kenyang, anak jarang rewel. Jadi, sebelum berangkat mudik, saya memeberikannya susu terlebih dahulu.


Baca juga: Tips Bertemu Calon Mertua di Momen Lebaran


5. Ajak Anak Mengobrol Dan Bermain

Setelah di beri susu, saya menggendong anak sambil mengajaknya mengobrol dan bermain. Ini untuk membuatnya lelah, sehingga anak tidur sepanjang perjalanan. Sejauh ini, persiapan mudik lokal yang saya lakukan berhasil membuat perjalanan lebih nyaman. Meskipun, dalam proses persiapannya memang melelahkan. Selamat mencoba!

Tips Bertemu Calon Mertua di Momen Lebaran

Tips Bertemu Calon Mertua – Bertemu calon mertua untuk pertama kalinya bisa menjadi momen yang mendebarkan, apalagi jika pertemuan ini berlangsung di tengah suasana Lebaran yang penuh tradisi dan nilai kekeluargaan. Momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa kamu adalah pasangan yang tepat bagi anak mereka.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu menciptakan kesan yang baik saat bertemu calon mertua di momen Lebaran:

1. Berpakain Sopan dan Rapi

Penampilan adalah hal pertama yang akan di nilai oleh calon mertua. Kenakan pakaian yang sopan, nyaman, dan sesuai dengan suasana lebaran. Hindari pakaian yang terlalu mencolok atau terlalu santai. Jika keluarga pasangan memiliki tradisi mengenakan baju khas seperti baju koko atau kebaya, tidak ada salahnya ikut berpartisipasi sebagai bentuk penghormatan. babucinemas.com

“Menampilkan diri dengan rapi dan percaya diri menunjukkan bahwa anda menghargai kesempatan untuk bertemu keluarga pasangan, dan itu akan membuat kesan pertama yang baik,” ungkap Carmel Jones, pakar hubungan dan penulis di website The Big Fling, seperti di kutip dari Wedding Wire.

2. Bawa Buah Tangan

Sebagai bentuk perhatian dan rasa hormat, bawalah buah tangan seperti kue lebaran, parcel, atau makanan khas daerah yang di sukai keluarga pasangan. Tidak perlu sesuatu yang mewah, yang terpenting adalah niat baik dan kesopanan.

“Membawa sesuatu yang sederhana, seperti bunga segar atau kue buatan sendiri, bisa menjadi cara yang baik untuk menunjukkan rasa hormat dan kepedulian anda,” saran Diana Anzaldua, seorang terapis klinis berlisensi.

3. Pelajari Tradisi Keluarga Pasangan

Setiap keluarga memiliki tradisi lebaran yang berbeda. Ada yang mengutamakan silaturahmi dari rumah ke rumah, ada pula yang memiliki kebiasaan tertentu seperti makan bersama atau acara kumpul keluarga besar. Sebaiknya tanyakan pada pasangan mengenai adat dan kebiasaan keluarganya agar kamus bisa menyesuaikan diri dengan baik.

4. Bersikap Sopan dan Ramah

Saat pertama kali bertemu, usahakan untuk tersenyum, memberi salam, dan berjabat tangan dengan sopan. Tunjukkan sikap ramah dan hormat kepada seluruh anggota keluarga. Hindari sikap gugup yang berlebihan, tetap tenang, dan percaya diri.

5. Jaga Etika Berbicara dan Bertindak

Hindari topik pembicaraan yang sensitif seperti politik, agama, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat. Sebaiknya, tanyakan hal-hal ringan seperti hobi, pekerjaan, atau kisah masa kecil pasangan agar percakapan terasa lebih hangat dan menyenangkan

“Jika calon mertua membahas topik sensitif, usahakan tetap tenang dan hormati pandangan mereka. Yang terpenting adalah menunjukkan bahwa anda terbuka untuk mendengarkan,”ungkap James.

6. Tunjukkan Perhatian kepada Pasangan

Calon mertua pasti ingin melihat seberapa besar perhatian dan kasih sayangmu terhadap anak mereka. Namun, hindari menunjukkan kemesraan berlebihan. Cukup dengan sikap perhatian kecil seperti membantu pasangan mengambil makanan atau mendengarkan cerita mereka dengan antusias.

7. Ikut Membantu Kegiatan Keluarga

Jika pertemuan berlangsung di rumah calon mertua, jangan ragu untuk menawarkan bantuan, misalnya membantu menyajikan makanan atau membersihkan meja. Sikap inisiatif ini bisa membersihkan kesan bahwa kamu adalah orang yang peduli dan siap menjadi bagian dari keluarga.

8. Jaga Perilaku di Media Sosial

Di era digital, calon mertua mungkin juga akan melihat media sosial. Pastikan anda tidak memiliki unggahan yang bisa menimbulkan kesan negatif. Sebaliknya, gunakan media sosial dengan bijak, misalnya dengan menggunggah momen lebaran yang positif dan menyenangkan.

9. Jaga Hubungan Setelah Pertemuan dengan Calon Mertua

Setelah pertemuan selesai, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada calon mertua atas waktu dan jamuan yang di berikan. Mengirim pesan atau chat singkat untuk menyampaikan rasa terima kasih juga bisa menjadi cara yang baik untuk meninggalkan kesan positif.

“Mengirim pesan singkat setelah pertemuan pertama adalah cara sederhana namun efektif untuk menunjukkan bahwa anda menghargai waktu dan perhatian yang mereka berikan,” ungkap James.