4 Jenis Protein – Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah yang memompa darah menuju arteri menjadi terlalu tinggi.
Penderita hipertensi biasanya mengalami gejala sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, hingga mengalami gangguan penglihatan.
Hipertensi juga dapat berkaitan dengan penyakit lain seperti penyakit jantung, sehingga kondisi ini perlu di atasi.
Baca juga : 3 Film Baru Indonesia yang Tayang di Netflix April 2025
Para penderita hipertensi biasanya hanya berfokus mengurangi asupan garam dan lemak jenuh untuk menurunkan tekanan darah.
Namun, ada satu nutrisi yang perlu di pertimbangkan juga untuk mengatasinya, yaitu protein.
Di lansir dari babucinemas.com, sebuah studi tahun 2022 dalam jurnal hypertension mengamati lebih dari 12.000 pola makan partisipan.
Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi setidaknya empat jenis protein yang berbeda tiap minggu, berkemungkin 66 persen lebih kecil untuk mengalami hipertensi.
Lantas, protein apa saja yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi?
4 Protein yang bantu turunkan darah tinggi
Beberapa jenis protein terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 4 jenis protein yang dapat di konsumsi penderita hipertensi.
-
Ikan salmon dan sarden
Dilansir dari Very Well Health (24/8/2023), ikan berlemak, contohnya salmon dan sarden, mengandung omega-3 tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, mengurangi tekanan darah, serta mengatasi peradangan.
Penelitian pada tahun 2022 mengamati 71 studi dan informasi kesehatan dari 4.973 orang untuk menemukan hubungan antara omega-3 dalam makanan/suplemen dengan tekanan darah.
Hasilnya, omega-3 dapat menurunkan tekanan darah dengan jumlah konsumsi 2-3 gram per hari.
Sementara itu, sebuah studi menemukan bahwa omega-3 pada ikan sarden mengandung nutrisi lain seperti magnesium, kalium, dan seng yang dapat membantu menurunkan hipertensi.
-
Telur
Selain kaya nutrisi, telur juga dapat menjadi membantu menurunkan tekanan darah.
Dilansir dari heathlline (20/06/2023), sebuah penelitian pada tahun 2023 meneliti pengaruh konsumsi telur terhadap 2.349 orang dewasa di Amerika Serikat.
Hasilnya, orang yang mengonsumsi lima butir telur atau lebih tiap minggunya memiliki tekanan darah sistolik yang lebih rendah 2,5 mmHg di bandingkan dengan yang makan kurang dari setengah butir telur per minggu.
Jumlah konsumsi telur yang di anjurkan adalah tiga butir telur per hari.
-
Daging tanpa lemak
The United States Department of Agriculture mendefinisikan “daging tanpa lemak” sebagai daging yang mengandung kurang dari 4,5 gram lemak jenuh, 10 gram lemak, dan 95 miligram kolestrol (dalam 100 gram).
Berikut protein hewani yang termasuk dalam kelompok ini:
- Dada ayam tanpa kulit
- Sirloin sapi
- 93 persen daging kalkun tanpa lemak.
Sebuah penelitian dengan sampel kecil menemukan bahwa mengganti protein menjadi jenis ikan atau ayam dalam pola diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) selama enam minggu dapat mengurangi tekanan darah.
Selain itu, penelitian dari para ilmuwan Cina juga menemukan bahwa mengombinasikan menu protein dapat mengurangi potensi terkena darah tinggi 66 persen.
Karena itu, mengombinasikan menu protein sesuai dengan selera dan kemampuan dianjurkan.
-
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan juga dapat membantu menurunkan hipertensi.
Protein kacang yang dapat di konsumsi, antara lain biji labu, biji rami, biji chia, kacang pistachio, kenari, dan juga kacang almond.
Kacang-kacangan mengandung antioksidan yang dapat mengurangi stres oksidatif di dalam tubuh. Penelitian oleh Nutrients pada tahun 2020 menunjukkan bahwa tingkat stres oksidatif yang lebih rendah dapat meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat dan arginin. Arginin adalah asam amino yang di butuhkan untuk memproduksi oksida nitrat, senyawa penting untuk relaksasi pembuluh darah dan penurunan tekanan darah.